Rabu, 09 Desember 2015

Lagu Pukul Satu

Beradalah saya di kamar ini, radio memutar lagu Setia dari Jikustik. Lalu tiba-tiba saja saya merasa termasuk orang yang setia sekaligus mudah bosan di waktu yang bersamaan.

Saya mudah mengingat hal-hal detil tentang momen bersama orang-orang yang saya sayangi. Hal ini, sayangnya tidak berlaku pada materi mata kuliah yang saya tempuh. Saya tidak mudah melupakan dan mengabaikan. Terkadang, saya berharap seseorang di luar sana pun melakukan hal sama pada saya. Seringkali, saya berharap agar tak menyebrangi lautan untuk orang yang menyebrangi parit untuk saya saja ia tak mau. Memperjuangkan orang yang salah.

Bersemayam sebanyak-banyaknya rindu dalam diri saya. Rindu pada hal dan sosok yang kebanyakan sama. Kepada alam, kenangan masa kecil, sekolah, perjalanan, teman seperjalanan, dan kamu. Rindu saya sampaikan saat saya mampu dan mau. Saya sembunyikan saat saya rindu untuk dirindukan. Jeda. Beberapa jeda agar kita jauh dari jenuh. Bagi saya, tak ada rindu yang main-main. Kamu perlu tahu. 

Pernah sebegitu tersiksanya karena rindu. Pernah begitu girangya mendengar kabarmu. Keduanya saya nikmati dengan baik. Meski kadang uring-uringan. Kamu dalam kalimat-kalimat ini, saya terjemahkan bukan sebagai sosok tunggal. Satu dan satu yang lain, rasakan porsinya masing-masing.

Bagaimana? Sudah bisa mengukur kesetiaan lewat rindu saya kepadamu?

Mendalanwangi
01:18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar