Senin, 07 Desember 2015

Ah, masih lebih sakit rindu.

Jum'at minggu lalu, salah satu dosen saya memberikan petuah, saat kamu menemukan ide jangan sampai dibuang sia-sia. Saya memutuskan untuk mengawali comeback saya semoga menulis rutin di blog dengan tulisan ini.

Saya menulis postingan ini di perjalanan pulang. Alhamdulilah masih diberi Allah keselamatan. Radio memutar saluran Pro Dua FM. Teman-teman (Novi, Ais, Isma) di bangku belakang, yang sama terlukanya dengan saya sedang menahan rasa sakit, kantuk atau mungkin rasa bersalah.


Hari ini, kami berencana ke pantai Batu Bengkung. Pagi ini kami tetap melakukan banyak hal-hal bodoh. Tertawa-tawa sambil bertindak bodoh setelah lama tidak bertemu. Empat perempuan kuat, melanjutkan perjalanan meski hujan. Sampai saya menulis ini, saya tidak ingat bagaimana saya dan Novi jatuh, yang kemudian Isma dan Ais pun menyusul jatuh padahal jarak kami tidak berdekatan. Saya tidak ingat apa yang saya lakukan, apa yang saya pikirkan. Waktu saya sadar tadi, saya sempat heran kenapa Ais yang harusnya ada di Jogja bersama kami, kenapa ada Isma, kenapa kami ada di perjalanan ini.

Dari yang diceritakan Novi, saat itu saya memacu motor dengan cepat. Sempat diperingatkan tapi saya cuek-cuek saja. Alhamdulilah, ada beberapa orang yg berbaik hati menolong kami, mengantar kami sampai di Puskesmas Sendang Biru untuk mendapat pertolongan pertama.

Beberapa jam kemudian Bapak dan dua orang temannya datang menjmput kami. Bapak terlihat kaget, namun beliau memilih untuk tetap tenang. Saya menulis ini langsung, semoga dapat menjadi pengingat untuk lebih mendengar perkataan Bapak dan Ibu semampu yang saya bisa. Memperdulikan tanda-tanda yang disampaikan Allah lewat alam. Mungkin kami dilarang, tapi kami tidak menyadarinya. Lebih tepatnya, memilih tidak peduli. Egois.

Lepas dari itu semua, hari ini teman-teman, saya minta maaf karena mengacaukan rencana liburan kita. Meski kita sama-sama tahu, tak ada yang bisa menolak takdir. Maaf karena membuat kalian khawatir. Terima kasih juga karena telah mau direpotkan, mencemaskan saya meski kalian juga menahan rasa sakit yang luar biasa. Hari ini teman-teman, luka dan badan kita mungkin sakit. Semoga hati kita tidak. Lebih sakit menahan rindu, sungguh. Hahahaha. Semoga hari ini membuat kita lebih berhati-hati, tapi tidak kapok.


Sitiarjo, 6 Desember 2015
17:18

4 komentar:

  1. Ya Allah mbak.. sebelum baca iku mang tak kiro samean ngecat2 wajah .-. Sepurane T.T Get well soon mbak :* hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang mboiz ya ris. Wkwk Aamiin yaRabb, danke loh :*

      Hapus