![]() |
| WAGS, tapi nggak full team. |
Selasa, 19 Januari 2016
JODOH
Memulai tulisan ini karena di usia 20 tahun sudah kepikiran nikah-nikah-nikah. Hehehe. Selama ini saya memikirkan pernikahan hanya sebatas lewat, tapi akhir-akhir ini jadi lebih serius. Situasi ini didukung oleh partner obrolan masa depan macam Ruli, Rulita, Fafa, Novi, Riris, Hesti, Yuyun, Nurul, dan Evi. Mungkin karena sama-sama kawula muda Wagir, kami merasakan hal sama. Kalau spekulasi Riris, kita galau-galau nikah mungkin karena faktor lingkungan, endemik.
Kamis, 17 Desember 2015
Gojek. Potensi dan Masa Depan.
Ramainya tanggapan publik tentang pelarangan Gojek oleh Menhub dan terkesan direstuinya Gojek oleh Presiden dan Gubernur Jakarta, membuat saya ingat analisis Kurawa beberapa bulan lalu tentang potensi dan masa depan Gojek. Pelarangan di Ibu Kota yang ramai satu Indonesia.
Saya sepemikiran dengan beliau. Gojek punya potensi membahayakan kedepannya. Legalisasinya perlu dipikirkan matang-matang. Gojek selama ini terkesan direstui secara jangka pendek mampu mengurangi derita kemacetan Jakarta karena pembangunan MRT dan pertumbuhan mobil pribadi. Gojek jadi harapan mempercepat perjalanan.
Melihat dari sisi yang berbeda, bisnis seperti Gojek menimbulkan pertumbuhan baru sepeda motor yang diojekkan. Di Jakarta ada 300 sopir Gojek baru per harinya. Dengan asumsi itu maka setahun akan ada 100 ribu lebih profesi ojek di Jakarta muncul. Ini baru dari Gojek, kalau nanti ada 5 perusahaan sejenis Gojek, terbayang warna-warni jaket ojek di jalanan Jakarta?
Jika profesi tukang ojek sudah membesar seperti yangg diilustrasikan, semisal nanti MRT dan busway bagus jadi, apakah tidak sulit ditertibkan? Belajar dari kasus becak dan bajaj di Jakarta dulu, begitu direstui oleh pemerintah sangat sulit untuk dihapuskan.
Seharusnya jika memang direstui, harus ada aturan pembatasan di badan usahanya (bukan UU), mirip seperti angkot. Ada kuota maksimal kepemilikan armada. Jangan dibiarkan membesar tanpa kendali agar DKI Jakarta tidak menjadi provinsi dengan populasi ojek sepeda motor terbanyak di dunia, nanti pedestrian sampai jembatan penyebrangan direbut sepeda motor.
Rabu, 09 Desember 2015
Lagu Pukul Satu
Beradalah saya di kamar ini, radio memutar lagu Setia dari Jikustik. Lalu tiba-tiba saja saya merasa termasuk orang yang setia sekaligus mudah bosan di waktu yang bersamaan.
Senin, 07 Desember 2015
Ah, masih lebih sakit rindu.
Jum'at minggu lalu, salah satu dosen saya memberikan petuah, saat kamu menemukan ide jangan sampai dibuang sia-sia. Saya memutuskan untuk mengawali comeback saya semoga menulis rutin di blog dengan tulisan ini.
Saya menulis postingan ini di perjalanan pulang. Alhamdulilah masih diberi Allah keselamatan. Radio memutar saluran Pro Dua FM. Teman-teman (Novi, Ais, Isma) di bangku belakang, yang sama terlukanya dengan saya sedang menahan rasa sakit, kantuk atau mungkin rasa bersalah.
Saya menulis postingan ini di perjalanan pulang. Alhamdulilah masih diberi Allah keselamatan. Radio memutar saluran Pro Dua FM. Teman-teman (Novi, Ais, Isma) di bangku belakang, yang sama terlukanya dengan saya sedang menahan rasa sakit, kantuk atau mungkin rasa bersalah.
Rabu, 07 Maret 2012
Rosta Naziah Mumumu :*
Teman yang satu ini, cantik? Enggak! Pinter banget? Enggak! She called Rosta. Rosta Naziah Hasani. Kelebihannya, dia memiliki bakat gila dan sangar melebihi hewan-hewan normal. Kelas XI ini, rasanya sering banget ngabisin waktu bareng dia. Enggak, kita nggak pacaran -.- Mulai pelajaran Jepang 7jam seminggu bareng, 10jam setiap hari bareng, nongkrong bareng sampai bolos pun bareng.
Selasa, 06 Maret 2012
Jaga hati, ekspresikan seni!
Sebagai makhluk yang dilahirkan tanpa bakat melukis, pelajaran seni rupa merupakan hal yang menyebalkan. Materi ga bisa, prakteknya apalagi. Seperti, siang tadi.. gambar lagi peniaian lagi. Pak Efendi memang tidak mengerti kegalauan yang aku hadapi. Melukis ekspresionis saja tak beraturan. Layaknya hati yang masih tercecer *ea
Langganan:
Postingan (Atom)



